Bantuanini berupa hibah sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap UMKM produktif yang memenuhi syarat. Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa bantuan berupa hibah ini akan diberikan kepada sedikitnya 12 juta pelaku UMKM.
an Arifin. S Call-SMS-WA: 082112366662; 0811180721 | Kantor: 021-21478758; Email: lediknas@gmail.com. Calon peserta juga dapat mendaftar dengan mengisi Formulir Download. Adapun jika ada kurang jelas dapat hubungi kontak di atas. Daftar Tema Bimtek Nasional.
KotaMalang- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp 1,257 trilliun dan siap dicairkan di tahun 2021 ini. Bantuan hibah tersebut digunakan untuk pembangunan tempat peribadatan, lembaga pendidikan dan juga kegiatan untuk kelompok masyarakat, untuk irigasi tersier dan lain-lain.Guna memperlancar penyaluran
Lalupada 31 Mei 2022 diumumkan proposal yang berhasil lolos perihal Penawaran Program Bantuan Pembelajaran Daring Kolaboratif 2022 berhasil lolos mendapatkan bantuan hibah. " Alhamdulillah, proposal yang lolos mendapat dana hibah dari Kemendikbud untuk merealisasikan program yang disusun," jelasnya. Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan
KeteranganGambar : Kementerian PUPR Beri Bantuan Program Hibah Air Minum Perkotaan Untuk Kutai Timur Sangatta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan program sambungan air minum untuk masyarakat tidak mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi
cara mengatasi kucing betina tidak mau kawin. LAMPUNG, dari Kepolisian Daerah Lampung menangkap empat orang terlibat sindikat perdagangan orang jaringan Timur Tengah yang akan memberangkatkan 24 warga Nusa Tenggara Barat. Para calon pekerja migran ini dievakuasi dari sebuah rumah penampungan di wilayah Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. "Sudah kita tetapkan sebagai tersangka atas dugaan TPPO tindak pidana perdagangan orang tersebut," kata Kepala Kepolisian Daerah Lampung Inspektur Jenderal Irjen Helmy Santika dalam konferensi pers, Rabu 7/6/2023 juga 6 Korban Perdagangan Orang Asal Bima NTB Digagalkan ke Malaysia, Seorang Penyalur Ditangkap Empat orang tersangka itu adalah DW 28 warga Bekasi, kemudian IT 25, AR 50 dan AL 31 warga Depok. Helmy mengatakan masing-masing tersangka memiliki peran tersendiri dalam perkara tersebut."Tersangka DW berperan sebagai pengkoordinir di NTB, dia juga membiayai perjalanan para korban dari NTB ini ke Jakarta," kata Helmy. DW juga memberikan uang untuk perjalanan dari Jakarta ke Bandar Lampung serta memfasilitasi pembuatan paspor. "Tersangka DW memiliki koneksi atau agensi di Timur Tengah yakni di Uni Emirat dan Arab Saudi," kata Helmy. Baca juga Dua Ibu Muda di Cianjur Terlibat Perdagangan Orang, Kirim TKI ke Negara Konflik Lalu IT berperan mengawal para korban dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandar Lampung menggunakan kendaraan milik DW.
Foto BNPB Berikan Bantuan Hibah Pendanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Di Sulawesi Tengah JAKARTA - BNPB mengundang 4 pimpinan daerah yaitu Walikota Palu, Bupati Sigi, Donggala dan Parigi Moutong untuk melakukan penandatanganan perjanjian hibah daerah dalam rangka bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Pada hari ini selasa 8/10, di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Gedung Graha BNPB Jakarta. Sebelum Penandatanganan ini dilaksanakan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai memberikan pengarahan bahwa, “Penandatanganan ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Wakil Presiden RI pada saat kunjungan lapangan 7/10 yang mengamanahkan untuk segera memberikan bantuan rehabilitasi dan rekosntruksi agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membangun kembali dan BNPB akan mengawal betul setiap proses RR ini dengan baik”. Jelas Rifai. Bantuan hibah pascabencana Sulawesi Tengah ini BNPB telah menganggarkan sebesar Triliun untuk unit dengan rincian Kota Palu Kab. Sigi Kab. Donggala dan Kab. Parigi moutong Sebelumnya pada April 2019 BNPB telah menyalurkan dana hibah luar negeri sebesar Milyar untuk unit rumah rusak berat yang dibangun di lokasi yang sama insitu, yang tersebar di 4 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Setelah penandatanganan perjanjian hibah daerah ini dilaksanakan, penerima hibah yaitu pemerintah daerah harus melengkapi berkas-bekas administrasi dan mematuhi semua persyaratan yang diperlukan agar proses penyaluran dapat terlaksana dan tercapai 100%. Adapun mekanisme pengelolaan hibah ini menggunakan mekanisme APBD dan pemanfaatannya selama 12 bulan terhitung sejak dana diterima di rekening kas umum. Hadir dalam Penandatanganan ini, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Walikota Palu, Bupati Sigi, Bupati Donggala, Bupati Parigi Moutong, Sestama BNPB, Irtama, dan para Deputi BNPB, Kepala Pelaksana BNPB Prov./Kab/Kota, Pejabat dan staff di Lingkungan BNPB. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Agus Wibowo
Lors les six mois qui ont suivi le tremblement de terre du 12 janvier, la Banque interamĂ©ricaine de dĂ©veloppement BID a mobilisĂ© un montant de ressources sans prĂ©cĂ©dents pour aider HaĂŻti dans ses efforts de rĂ©cupĂ©ration après la plus grande catastrophe naturelle de son histoire. Le monde entier donne encore beaucoup d’importance Ă cette tragĂ©die haĂŻtienne, qui est encore visible dans les camps Ă Port-au-Prince et dans d’autres zones qui ont aussi Ă©tĂ© touchĂ©es par le tremblement de terre. Vers la fin du moi de mars, la communautĂ© internationale s’est engagĂ©e Ă donner des millions de dollars pour le plan de reconstruction d’HaĂŻti, mais l’impact de l’aide Ă long terme ne sera pas visible facilement Ă court terme. Si d’autres catastrophes naturelles dans d’autres pays servent comme prĂ©cĂ©dents, HaĂŻti pourra se rĂ©cupĂ©rer graduellement. Son gouvernement, qui a perdu de milliers de fonctionnaires publiques et virtuellement tous ses bâtiments, rĂ©cupĂ©rera sa capacitĂ© opĂ©rationnelle et la reconstruction avancera. En tant qu’indicateur, les dĂ©boursements de la BID peuvent ĂŞtre vus comme un bon signe. Dans les premiers mois après le tremblement de terre, les opĂ©rations de la BID ont Ă©tĂ© paralysĂ©es. Cependant, depuis avril, les projets ont repris et les dĂ©boursements ont commencĂ© Ă augmenter. Au cours de l’annĂ©e ils remontent Ă US$ 48 millions et pourront atteindre jusqu'Ă US$ 150 millions pour l’annĂ©e 2010, un record pour HaĂŻti. Pendant les premiers mois, la BID a utilisĂ©e des ressources d’opĂ©rations prĂ©existantes pour soutenir les efforts d’urgence, tels que la distribution d’aliments et mĂ©dicaments. Un projet d’eau et assainissement a fourni des fonds pour distribuer des grandes citernes d’eau, dites vessies, pour transporter l’eau potable aux camps. Un autre projet a garanti l’achat de panneaux d’énergie solaire pour des hĂ´pitaux. La BID a Ă©galement aidĂ© Ă des unitĂ©s du gouvernement haĂŻtien Ă se remettre en pied en leur offrant des bureaux et de matĂ©riaux de travail, d’équipes de tĂ©lĂ©communication et personnel temporaire. La BID a financĂ© la rĂ©paration du system d’interconnexion bancaire, un pas essentiel pour redĂ©marrer le système de paiement. Une autre prioritĂ© du gouvernement haĂŻtien Ă©tait de reprendre les cours. Avec des ressources d’une autre opĂ©ration, la BID a financĂ© la construction d’environ 600 salles de cours dans des Ă©coles qui ont Ă©tĂ© endommagĂ©es par le tremblement de terre. Ces structures lĂ©gères mais rĂ©sistantes ont permis Ă des dizaines de milliers d’étudiants de retourner Ă leurs Ă©tudes dans de conditions plus sĂ»res. Pendant les nĂ©gociations de l’augmentation du capital de la BID, en mars l’AssemblĂ©e de Gouverneurs de la Banque a accordĂ© de fournir Ă HaĂŻti US$ 200 millions annuels en donations pendant la prochaine dĂ©cennie. Etant donnĂ© les circonstances d’urgence en HaĂŻti, les gouverneurs ont aussi accordĂ© d’annuler sa dette existante. En vue que le gouvernement haĂŻtien a besoin de plus d’aide que jamais, la BID a dĂ©ployĂ© plus de personnel pour travailler sur HaĂŻti. Entre le bureau Ă Port-au-Prince et la nouvelle Ă©quipe Ă Washington, la BID Ă 50 personnes travaillant exclusivement dans les thèmes haĂŻtiens. Cette augmentation du personnel sera nĂ©cessaire pour gĂ©rer un plus grand nombre d’opĂ©rations. La nouvelle assignation annuelle des ressources reprĂ©sente quatre fois plus du total des donations approuvĂ©es pour HaĂŻti en 2007. Pour accĂ©lĂ©rer l’exĂ©cution des projets, la BID a aussi flexibilisĂ© les procĂ©dures d’achats et contrats pour les opĂ©rations en HaĂŻti. Les ressources de la BID soutiennent les projets de dĂ©veloppement Ă©conomique, social et institutionnel. En HaĂŻti, ces investissements Ă long terme soutiennent l’élargissement de l’infrastructure de transport, la production agricole, eau et assainissement, Ă©lectrification, prĂ©vention de catastrophes naturelles et Ă©ducation. Dans tous ses projets, la BID accorde des ressources pour fortifier le gouvernement haĂŻtien. Depuis le tremblement de terre la BID a approuvĂ© US$ 90 millions pour des nouvelles opĂ©rations, incluant US$ 50 millions en soutien budgĂ©taire pour le gouvernement haĂŻtien. Entre juillet et octobre devrait ĂŞtre approuvĂ©es des nouvelles opĂ©rations pour un montant de US$ 110 millions. Ces projets se concentrent dans un petit nombre de secteurs prioritaires dans le plan de dĂ©veloppement national. Dans les prochaines annĂ©es, la BID espère investir plus de US$ 150 millions dans le secteur routier pour amĂ©liorer le transport entre les villes et les rĂ©gions d’HaĂŻti. Ces projets ne rĂ©duiront pas seulement les coĂ»ts de transport et le temps de voyage mais aussi aideront au maintien routier, un problème très important. En partenariat avec l’Espagne, la BID est la principale source de contribution dans le secteur d’eau et assainissement en HaĂŻti. La BID espère investir environ US$ 65 millions dans les prochaines annĂ©es pour amĂ©liorer et Ă©largir les services Ă Port-au-Prince, dans les villes moyennes et les communautĂ©s rurales. Egalement, la BID soutiendra la DINEPA, une nouvelle autoritĂ© gouvernementale dans ce secteur. Le dĂ©veloppement rural est une prioritĂ© pour HaĂŻti oĂą la moitiĂ© de la population vit de l’agriculture. La BID investira US$ 200 millions dans ce secteur, en s’appuyant de projets prĂ©cĂ©dents pour l’amĂ©lioration de risque, la gestion des bassins et le control de maladies. En plus, ils moderniseront le système de titres et registre de terres, un des obstacles pour la productivitĂ© rurale. Un des plus grands compromis de la BID pour les annĂ©es Ă suivre est le secteur Ă©ducatif. Dans l’actualitĂ©, 500 mil enfants ne vont pas Ă l’école parce que les familles ne peuvent pas payer leurs Ă©tudes. Le gouvernement haĂŻtien veut reformer le système Ă©ducatif pour ainsi Ă©largir l’accès Ă l’éducation gratuite et de qualitĂ©. La BID soutiendra ces efforts avec des donations qui remontent Ă US$ 250 millions, en les combinant avec des ressources d’autres bailleurs de fond. La BID a jouĂ© un rĂ´le clĂ© dans chacun de ces secteurs dans le passĂ©, accumulant de l’expĂ©rience et en gagnant la confiance des autoritĂ©s haĂŻtiennes. Ces secteurs seront cruciaux pour une autre prioritĂ© haĂŻtienne la dĂ©centralisation. Le gouvernement a identifiĂ© trois rĂ©gions en-dehors de Port-au-Prince pour encourager le dĂ©veloppement rĂ©gional. La BID se concentrera en deux de ces trois rĂ©gions Le PĂ´le nord, prĂ©s de la ville de Cap HaĂŻtienne, et le PĂ´le d’Artibonito, qui comprend la principale zone agricole du pays. MĂŞme si le logement n’a pas Ă©tĂ© un secteur traditionnel de la BID en HaĂŻti, la Banque et le Fonds multilatĂ©rale d’investissement MIF ont approuvĂ© des donations pour trois projets de logements visĂ©s Ă soutenir les personnes qui ont Ă©tĂ© touchĂ©es par le tremblement de terre. Deux projets ont Ă©tĂ© dĂ©jĂ mis en place l’ONG latino-amĂ©ricaine Un Techo para Mi PaĂs Un Toit pour mon pays construit des abris en bois dans la ville de Grand Goave, au sud-est de Port-au-Prince, alors que l’ONG amĂ©ricaine Habitat for Humanity fait des rĂ©parations et des reconstructions de maisons Ă Cabaret, au nord de la capitale. Le troisième projet, financĂ© avec des donations qui remontent Ă US$ 30 millions, fournira des logements Ă environ 5 000 familles dans une nouvelle communautĂ© dans la banlieue au nord de Port-au-Prince. Les logements seront construits dans des terrains offerts par l’Etat, avec suffisamment de place pour des espaces publiques, Ă©coles, centres de santĂ©, lettrines et douches. La BID est aussi en train de promouvoir le dĂ©veloppement du secteur privĂ© en HaĂŻti, oĂą presque 70 pourcent de la force de travail fait partie de l’économie informelle. D’un cĂ´tĂ© la Banque et ses partenaires cherchent Ă dĂ©sentraver le crĂ©dit pour les entreprises haĂŻtiennes. Le MIF a rĂ©cemment lancĂ© un programme pour acheter les prĂŞts des institutions microfinancières touchĂ©es par le tremblement de terre. Ceci permettra que le microcrĂ©dit ne soit pas interrompu lorsqu’il est de plus en plus nĂ©cessaire pour des centaines de milliers de microentrepreneurs. D’un autre cĂ´tĂ©, la BID soutien le gouvernement haĂŻtien dans ses efforts pour attirer plus d’investissements privĂ© pour gĂ©nĂ©rer de milliers d’emplois dans l’industrie de textiles, l’agrobusiness et le tourisme. La BID soutiendra le dĂ©veloppement de parques industrielles et encourage les grandes entreprises textiles d’ouvrir des usines en HaĂŻti. La BID coordonne ses activitĂ©s avec les autoritĂ©s haĂŻtiennes et avec d’autres bailleurs de fonds. En tant qu’une des principales sources de ressources pour HaĂŻti, la BID fait partie de la Commission interne de reconstruction haĂŻtienne qui est dirigĂ©e par l’ex-prĂ©sident Bill Clinton et le premier ministre Jean Max Bellerive.
TANJUNG SELOR - Warga dua desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur, yakni Desa Binai dan Sajau Hilir mendapat bantuan mobil ambulans. Masing-masing desa mendapat bantuan mobil ambulans sebanyak 1 unit. Penyerahan bantuan mobil ambilans yang merupakan hibah dari pihak perusahaan ini, dilakukan Balai Adat Desa Binai, Sabtu 10/06/2023. Turut menyaksikan langsung penyerahan bantuan ini, Gubernur Kalimantan Utara Kaltara H Zainal A Paliwang, bersama Bupati Bulungan, Syarwani dan jajarannya. Baca juga Belum Terdata, KPU Bulungan Bakal Masukan Pemilih ke DPSHP Akhir Asalkan Dokumen Lengkap Penyerahan dilakukan oleh Gatot Suryo Hadi Widodo, selaku Direktur Utama PT Moa Maju Kurnia Utama, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di wilayah kedua desa tersebut. Bantuan ini sendiri sebagai bagian dari program CSR corporate social responbility pihak perusahaan. Bupati Syarwani menyampaikan, bantuan yang diberikan ini sangat berarti dan membantu dalam memberikan layanan masyarakat di kedua desa tersebut. Ia mengungkapkan, dua unit kendaraan ini dihibahkan kepada Pemerintah Desa Pemdes. Yang diserahkan dokumen serah terima barang hibah desa. Sehingga nantinya masuk dalam aset Pemdes. Baik di Binai, maupun di Sajau Hilir. "Untuk perawatannya, karena dua unit kendaraan ini, sudah menjadi aset desa, bisa menganggarkan melalui ADD alokasi dana desa. Sehingga tidak mengalami kesulitan," ungkap bupati. Selain mobil ambulans, pihak perusahaan juga berencana membantu bus sekolah. "Berkaitan dengan bus sekolah, semoga nanti dapat terwujud dengan pola sama hibah. Karena akan lebih memudahkan bagi desa untuk administrasi maupun perawatannya," kata dia. Baca juga Tinjau Dua Perusahaan di Kawasan Industri Hijau, Bupati Bulungan Syarwani Berharap Segera Beroperasi Berkaitan dengan operasional mobil ambulans ini, bupati mengatakan, nantinya Pemda siap berkerja sama dalam penyiapan tenaga medis. Begitu pun dalam penanganan pasien rujukan ke pusat kesehatan di Bulungan. "Ini merupakan bagian dari penerapan konsep pentahelix, dalam upaya membangun Bulungan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," imbuhnya. * Penulis Edy Nugroho
Samarinda ANTARA - Pemprov Kaltim meluncurkan Sistem Informasi Online dan Alur Proses Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Bansos kepada masyarakat Kaltim. Peluncuran dilakukan Pj Sekprov Kaltim, M Sabani didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi dengan ditandai pemukulan palu, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltim, Senin 6/7. Dikatakan M Sabani, sesuai aturan yang ditetapkan bersama saat ini penggunaan sistem online pada semua layanan pemerintah maupun nonpemerintah adalah sebuah keharusan. Saat kondisi dan budaya masyarakat sudah beralih pada sistem online, kecepatan, efisiensi, akurasi, serta berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi. “Untuk itu melalui sistem online hibah dan bansos kita berharap kedepan mampu menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan integrasi pelayanan dalam pengelolaan hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kaltim mulai dari tahapan perencanaan, penganggaran, penyaluran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban serta pelaporan hibah dan bansos secara komprehensif berdasarkan asas-asas pengelolaan keuangan negara atau daerah yang lebih baik dan benar,”sebutnya. Pelayanan manual yang akan berganti online pasti akan memberikan kemudahan dan perbaikan pola penyaluran juga keamanan bagi penyelenggaraan proses hibah dan bantuan. Dengan sistem online semua dimudahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, tertib administrasi, juga tepat sasaran dan dalam pemanfaatan dana hibah dan bansos. “Oleh sebab itu saya berharap ke depan semua dapat memahami dengan sistem hibah dan bansos online. Nantinya dokumen sudah terdata dalam satu software agar memudahkan prosesnya sehingga akan mencatat dari mana asalnya, siapa yang harus merekomendasi, dan siapa nanti yang akan melaksanakan,”sebutnya. Kemudian karena ini adalah sistem baru ia berharap kepada instansi yang bertanggung jawab untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat Kaltim dengan menggunakan sistem online bansos hibah yang dilakukan semoga sesuai aturan. Disisi lain dia menyebut, pemberian bansos dan hibah yang diatur UU bertujuan mendorong pemerataan pembangunan, stimulasi social, serta pembangunan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Namun kebijakan program tersebut haruslah dikawal dengan sebuah sistem yang benar hingga program berjalan sesuai koridor. Sementara Tim Pelaksana Ardiansyah menyebut sistem online mempermudah dalam penyampaian proposal permohonan hibah dan bansos dan mempermudah pemohon hibah dan bansos melihat perkembangan proses proposal permohonan. “Dan tentunya memudahkan masyarakat dalam memberikan saran dalam proses pengajuan proposal permohonan hibah dan bansos untuk dapat memberikan informasi apakah proposal disetujui atau tidak disetujui, kepada siapa dana hibah dan bansos disalurkan, berapa dana yang disalurkan, apa bentuk kegiatannya dan bagaimana bentuk pertanggungjawabannya,”sebutnya. Lebih lanjut aplikasi ini hanya berupa media penyampaian dan pelaporan bukan sebagai pengambil keputusan. Karenanya aplikasi akan terus dikembangkan untuk sesuai dengan tuntutan dan peraturan yang berlaku untuk menyempurnakan aplikasi. “Besar harapan para pengguna aplikasi memberikan masukan dan laporan kepada tim hibah dan bansos Provinsi Kaltim terkait aplikasi yang digunakan proses untuk menetapkan layak dan tidak layak dan berapa lama waktu perbaikan proposal permohonan,” katanya. Ke depan melalui aplikasi akan bisa menentukan besar bantuannya dan tentunya semakin tertib dalam hal pengarsipan. Nampak hadir Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim Elto, Kepala Badan Pengelolaan Aset dan keuangan Daerah BPKAD Kaltim Saduddin, dan pejabat terkait lingkup Kaltim.
bantuan hibah dari timur tengah