Hikmahiman kepada Rasul adalah : 1. menjadikan kisah para rasul sebagai ibrah atau pelajaran bagi kita. 2. menguatkan iman kita. 3. menjadikan teladan sifat-sifat yang dimiliki para Rasul. 4. sebagai penguat dalam menegakkan agama dan mendakwahkan agama kepada manusia. 5. memunculkan kecintaan kepada para Rasul atas pengorbanan mereka untuk agama
RenunganKisah Para Rasul 1: 15-26 (Hidup yang Berkenan). Bekerja sesuai dengan minat dan tipe kepribadian adalah idaman setiap orang. Bahkan, umumnya akan lebih sukses dalam menjalani karir karena pekerjaan lebih menyenangkan dan lebih giat mengerjakan sehingga tanggung jawab semakin tinggi. Namun, tidak mudah menemukan pekerjaan idaman yang
Padasuatu malam, Abi Sarah secara diam-diam pergi ke Mekkah dan menemui para orang-orang kafir Quraisy, Di sana ia mengumumkan bahwa dirinya telah murtad. Ia juga memberi kabar kepada orang-orang Quraisy dengan mengatakan bahwa ia telah merubah wahyu yang dia tulis selama ini. Menurut At-Thabari, Surah Al-Anâam, ayat 93 turun berkaitan
SalamSejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus Renungan kali ini diambil dari Kisah Para Rasul 3:1-10 (TB) Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, y
1 Yesus ingin murid-murid-Nya membangun hidup doa mereka terlebih dahulu. Sebelum berpisah dengan murid-murid-Nya, Ia telah berpesan kepada mereka agar jangan cepat meninggalkan Yerusalem. Hal yang pertama yang mereka harus lakukan adalah berdoa, berdoa dan berdoa. Mereka perlu melatih dan membiasakan diri mereka untuk berdoa sehingga doa
cara mengatasi kucing betina tidak mau kawin. ELISABETH N. KISAH PARA RASUL 31-10 KUASA NAMA YESUSgadget, otomotif, bisnis. Saudara-saudara, Saya akan memperagakan sebuah sulap, silakan memperhatikan! Menunjukkan suatu sulap menghilangkan sepotong kain dalam Koran dengan menggunakan sebuah tongkat melalui kata kunci Bim Salabim. Saudara, sulap tadi dapat berhasil dengan sebuah kata kunci, yaitu Bim Salabim. Mungkin beberapa dari kita berpikir, âwah kata kunci itu memiliki kuasa magic sehingga sulap bisa berhasil.â Apa yang SS pikirkan kalau saya berkata bahwa dengan kata kunci yang memiliki kuasa ini maka bila mengucapkannya saja persoalan hidup kita dapat diselesaikan, juga penyakit bisa menjadi sembuh, dan kita bisa mendapatkan apa yang kita minta terlebih segala harapan dan impian kita akan terwujud. Wauw, walaupun kelihatannya sedikit berhayal, namun menyenangkan bukan bila memiliki kata kunci yang memiliki kuasa seperti itu. Kalau ada kata kunci itu bisa menjawab seluruh pertanyaan hidup kita, siapa yang tidak mau? Namun sayang Saudara-saudara, kata kunci bim salabim yang saya sebutkan tadi tidak benar-benar memiliki kuasa. Sulap tadi hanya sebuah tipuan memperlihatkan letak menipunya. Sehingga kita tidak perlu percaya tentang apapun berkaitan dengan kata yang sering dipakai oleh-oleh pesulap-pesulap itu. Tapi ada satu kabar sukacita bagi setiap kita anak-anak Tuhan, karena di dalam Kristus, kita memiliki satu kata kunci yang betul-betul berkuasa. Kata kunci itu adalah nama Yesus. Nama Yesus adalah nama yang berkuasa sehingga sebagai anak-anak Tuhan selayaknya kita harus percaya dan menjadi saksi atas kuasa nama Yesus Inilah juga yang ditunjukkan oleh Petrus dan seorang lumpuh dalam perikop yang kita baca tadi, yaitu mereka percaya dan menjadi saksi atas kuasa nama Yesus. I. Percaya Akan kuasa nama Yesus Kisah Para Rasul 31-7 Saudara-saudara, kepercayaan adalah sebuah faktor penting dalam relasi. Hubungan apapun dapat menjadi kurang sehat kalau tidak ada rasa saling percaya, entah itu relasi suami-istri, rekan kerja, sahabat, dll. Begitu juga relasi kita dengan Tuhan. Bagaimana kita dapat merasakan kuasa Tuhan kalau tidak menaruh percaya kepada-Nya? Hal sebaliknya ditunjukkan oleh Petrus dan seorang yang lumpuh, mereka melihat kuasa nama Tuhan bekerja karena percaya kepada nama-Nya. Saudara, mari kita perhatikan Kisah Para Rasul 3 1-5. Dalam bagian ini, ada seseorang yang sangat membutuhkan pertolongan, ia adalah orang lumpuh Kisah Para Rasul 32. Pernahkah Saudara membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang lumpuh? Mungkin kalau saya bahasakan menjadi orang lumpuh dalam perikop ini sebagai berikut âSaudara-saudara, sudah lebih dari 40 tahun saya menderita lumpuh, karena sejak lahir saya sudah cacat. Setiap hari, saya diusung orang untuk mengemis, karena hanya itulah yang bisa saya lakukan. Mungkin Saudara bisa menebak bagaimana mental saya. Yah, saya hidup dari belas kasihan orang. Saya hidup sampai mati mungkin hanya untuk menderita.â Pengemis itu mengemis pada posisi yang strategis, yaitu di pintu Bait Allah yang dinamakan Gerbang Indah Ditampilkan dengan power point. Gerbang Indah ini merupakan pintu yang menghubungkan halaman muka orang kafir pintu halaman umum dengan halaman wanita. Ini gerbang paling depan Saudara-saudara, jadi mau enggak mau, orang yang akan masuk ke Bait Allah pasti lewat pintu ini. Namanya saja Bait Allah, jadi yang lewat di tempat ini adalah orang-orang religius, wajar jikalau mereka menaruh belas kasihan, apalagi bagi orang Yahudi, memberi sedekah itu adalah suatu bentuk penghormatan kepada Allah. Saudara-saudara, Gerbang ini luar biasa indahnya, terbuat dari perunggu Korintus yang sangat mahal, nilai emas dan perak saja masih kalah. Kalau pada zaman Saudara sekarang, se Indonesia bahkan istana merdeka pun tidak bisa menandingi indahnya. Jadi paling tidak, pengemis ini salah satu pengemis elite, VIP Very Important Pengemisâ. Nah Saudara, sekilas begitulah gambaran tentang pengemis itu. Setiap ada orang yang lewat, hati pengemis itu selalu berharap, âsemoga dapat duit.â Pengharapan itu juga yang ia rasakan saat Petrus dan Yohanes lewat untuk berdoa sore jam 3, itu waktu berdoa untuk orang-orang Yahudi. Lalu pengemis yang lumpuh ini meminta sedekah kepada mereka. Saudara-saudara, Dalam bahasa aslinya, tense yang dipakai untuk menerangkan kata âmeminta sedekahâ adalah imperfect, yang menunjukkan permohonan terus menerus. Artinya, pengemis ini meminta bukan hanya sekali, namun meminta berkali-kali. Dan yang aneh Saudara-saudara, Petrus tidak langsung memberikan sedekah, ia justru memperhatikan si pengemis dan berkata, âLihatlah kepada kami!â Mereka saling bertatapan tajam. Si Petrus mencermati apa yang menjadi kebutuhan pengemis ini, âapakah uang atau sebenarnya butuh yang lain?â sedangkan si pengemis menatap Petrus dengan harapan, âPasti sebentar lagi dapat sedekah?â. Saat pengharapan si pengemis ini sudah memuncak Saudara-saudara, Petrus berkata, âEmas dan perak tidak ada padakuâ. Wah, hancur harapan si pengemis ini. Namun Petrus mengerti bahwa bukan uanglah yang menjadi kebutuhan utama dari si lumpuh ini, ia membutuhkan hal lain yang jauh lebih berharga yaitu Kesembuhan di dalam Kristus. Sehingga, Petrus melanjutkan pernyataannya,â Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!â Sambil Petrus memegang tangan kanan dan membantu orang lumpuh ini berdiri, apa yang terjadi SS? Kaki yang lebih dari 40 tahun tidak bisa bergerak sama sekali dan yang sepertinya tidak mungkin sembuh itu, tiba-tiba dapat berdiri dan melompat. Alkitab tidak mencatat bahwa hal itu terjadi melalui proses, tetapi seketika itu juga artinya dengan cepat dan instan, kaki itu sembuh hanya melalui sebuah ucapan. Sungguh, kejadian yang mengherankan. Hal ini tentu membuat hati si pengemis ini mengalami kegirangan yang luar biasa. Ia memperlihatkan hal tersebut dengan memuji Allah sambil lompat sana lompat sini, berjalan kian kemari mungkin sambil berseru, âhaleluya, haleluya, aku sembuh !!!â Saudara, apa kunci dari keberhasilan kuasa nama Yesus supaya dapat menjawab kebutuhan pengemis itu untuk sembuh? Yaitu dengan percaya. Ketika Petrus mengatakan, âDemi nama Yesus, berjalanlah!â, ia tidak sedang mengatakannya dengan ragu-ragu atau dalam hatinya berkata, âaduh, ini nanti berhasil enggak ya?â Tidak ada perasaan seperti itu, Petrus mengatakannya dengan keyakinan yang penuh. Begitu juga dengan si lumpuh itu Saudara-saudara, dalam pasal 316 dikatakan bahwa karena kepercayaan, orang lumpuh tersebut beroleh kesembuhan. Dan apa hasilnya? Kesembuhan itu nyata, Petrus melihat dan orang lumpuh ini merasakan bahwa nama Yesus itu memang berkuasa melakukan pekerjaan mengagumkan. Saudara saat itu, Petrus menyebutkan âDemi nama Yesus Kristus, orang Nazaretâ. Mengapa harus disebutkan Nazaret? Saudara-saudara, nama Nazaret ini sebagai identitas, ini nama yang dituliskan Pilatus pada kayu Salib Yohanes. 1919 saat Yesus disalibkan. Dengan begitu, kemungkinan tahulah orang lumpuh ini bahwa Nama tersebut adalah pribadi yang telah berkorban, Nama yang dianggap rendah dan tanpa kemuliaan oleh orang Yahudi, namun Ia sebenarnya adalah Mesias yang berkuasa. Saudara-saudara, Istilah nama memiliki siknifikan penuh dari seorang pribadi, sehingga Nama dengan Pribadi yang disebutkan itu tidak dapat dipisahkan yaitu Yesus, Nama yang menunjukkan pribadi Kristus sendiri. Saudara-saudara, sampai di sini telah terbukti bahwa nama Yesus itu berkuasa, nama Yesus hebat, tidak ada kuasa dalam dunia ini yang lebih besar dari kuasa nama Yesus. Berikut ini beberapa ayat Alkitab yang menyatakan kepada kita bahwa nama Yesus itu berkuasa. Kisah Para rasul 41 âdi bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Markus 1617 âmereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku. Yohanes 1426 âapa pun juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. Kisah Para Rasul 430 âAdakanlah tanda-tanda dan mukjizat dalam nama Yesus.â Beberapa ayat di atas hanya menyatakan sebagian dari kuasa nama Yesus, masih banyak ayat-ayat lain yang memperlihatkan dengan tegas keberkuasaan nama Yesus yang sanggup melakukan segala perkara. Ilustrasi Saudara-saudara, ada seorang pemuda gereja yang gelisah dan takut karena ada tumor dalam lehernya. Dokter berkata bahwa tumor itu harus segera diangkat, kalau tidak maka bisa membesar dan menabrak tenggorokannya. Proses pernafasan dapat terhambat karena hal itu dan ujung-ujungnya berakhir pada kematian. Namun Saudara-saudara, biaya untuk operasi tidaklah sedikit, apalagi tidak ada yang menjamin bahwa operasi akan berhasil 100%. Ibu dari pemuda ini semakin takut, karena beberapa waktu sebelumnya ada seorang tetangga yang dioperasi dengan kasus yang serupa namun tidak sembuh, justru pulang hanya tinggal nama. Kondisi mereka saat itu sama sekali tidak ada biaya yang dapat diperjuangkan. Sedangkan pemuda ini sangat membutuhkan kesembuhan. Mereka dalam keadaan yang sangat terjepit maka ibunya berkata, âNak, tidak ada hal yang dapat kita lakukan. Sekarang serahkanlah saja pada Tuhan, biar kehendak Tuhan yang jadi.â Lalu Saudara-saudara, Pemuda ini diajak oleh ibu pendetanya untuk berdoa meminta kesembuhan. Selain doa pribadi, mereka punya proyek untuk berdoa bersama setiap hari di gereja, disertai puasa. Setelah selesai doa bersama, ibu pendeta ini biasanya mengecek leher pemuda itu. Pada awal masa doa itu, hati pemuda tersebut masih gelisah, gentar, bingung dan takut mati. Namun melalui segala proses, akhirnya hati pemuda ini berada pada satu titik di mana ia percaya penuh kepada Tuhan. Ia berserah kepada kehendak Tuhan dan menaruh segala harapannya dengan terus beriman. Ia tidak fokus lagi dengan penyakitnya yang seakan-akan mustahil sembuh namun ia hanya fokus kepada kuasa nama Tuhan. Saudara-saudara, Pemuda dan ibu pendeta ini berdoa bukan hanya dengan sekedar mengucapkan, âdalam nama Yesusâ di luar kepada saja, tetapi dengan segenap hati dan jiwanya, mereka menaruh harapan kepastian dalam nama Yesus. Lalu suatu kali saat mereka berdoa, pemuda ini merasakan ada suatu kuasa yang bekerja pada lehernya. Selesai berdoa, ibu pendeta kembali mengecek keadaan leher pemuda itu, dan apa yang terjadi? Ibu pendeta itu berkata sambil kaget, âLoh, Nak, sudah tidak ada lagi benjolan di lehermu, iya benarâ. Setelah dicek ke dokter, memang benar, bahwa tumor itu telah terangkat. Wah, pemuda ini gembiranya luar biasa Saudara-saudara, ia merasakan secara pribadi kuasa nama Yesus bekerja menyembuhkannya saat ia percaya dan Tuhan menyatakan kehendak-Nya. Aplikasi Saudara-saudara, adakah perkara yang tidak bisa dikerjakan oleh kuasa nama Yesus? Kuasa nama Yesus tidak terbatas, bukan hanya pada menyembuhkan penyakit, Nama-Nya sanggup melakukan segala perkara termasuk menjawab pergumulan hidup kita, merubah hidup orang, dll. Namun, bagaimanakah dengan kita? Ketika kita berkata, âTuhan, aku butuh sembuh; Tuhan, aku butuh solusi dari persoalan hidupku yang ini dan ituâ, apakah kita telah memiliki sikap hati yang benar yaitu percaya penuh kepada-Nya? Saudara-saudara, percaya itu artinya menaruh pengharapan dan iman yang pasti walaupun berada dalam ketidakpastian, percaya artinya tidak kuatir, percaya artinya berserah penuh kepada kehendak Tuhan, percaya artinya yakin tanpa keraguan akan kuasa Tuhan yang sanggup melakukan apapun. Saudara-saudara, apakah yang seharusnya menjadi fokus kita? Apakah pada penyakit yang tidak sembuh-sembuh, masalah tidak selesai-selesai, jalan keluar sudah buntu, dll? Tentu tidak. Namun Saudara-saudara, marilah kita fokus untuk percaya akan nama Tuhan yang benar-benar memiliki kuasa sehingga ketika kita berdoa dan menyebutkan, âdalam nama Yesusâ, kita tidak menyebutkannya di luar kepala saja namun dengan segenap hati dan jiwa kita, kita percaya, mengandalkan dan berserah penuh akan kuasa nama-Nya. Saudara-saudara, nama Yesus sanggup melakukan perkara yang spektakuler seperti kesembuhan orang lumpuh tadi, nama-Nya pun sanggup melakukan hal yang sama dalam hidup kita. Ketika kita menjadi milik Tuhan dan Tuhan adalah miliki kita, kita diberi kuasa dalam nama-Nya. Saudara-saudara, biarkan nama itu memiliki arti yang besar dalam hati kita dan mempercayai kuasa Nama tersebut dalam segala aspek kehidupan kita termasuk dalam segala pergumulan hati kita. Karena dengan kita percaya, kita bukan hanya mendengar dari orang lain bahwa nama Yesus itu berkuasa, tetapi kita sendiri dapat melihat dan merasakan bahwa nama Yesus berkuasa, seperti apa yang dirasakan orang lumpuh tadi. II. Menyaksikan kuasa nama Yesus Kisah Para Rasul 3 8-10. Saudara-saudara, setelah kejadian ajaib nyata atas orang lumpuh itu, apa yang terjadi selanjutnya? Apakah orang-orang yang menyaksikan hal tersebut hanya berkata dengan ekspresi yang biasa, âow, orang lumpuh yang itu sudah sembuh?â Tidak. Mereka sebelumnya sudah kenal betul siapa si lumpuh itu dan bagaimana keadaannya. Bisa jadi, orang-orang itu dulu menilai orang lumpuh tersebut seperti ini, âoh, orang lumpuh ini? Ya sudahlah, namanya saja lumpuh sejak lahir, cacat gak bisa ngapa-ngapain, mungkin bakal mengemis seumur hidup, kasihan sih, tapi pasrah ajarlah, terima nasib.â Tetapi Saudara-saudara, saat mujizat itu nyata di depan mata mereka bahwa orang lumpuh ini menjadi sembuh, Kisah Para Rasul 3 10 menjelaskan ekspresi mereka dengan dua kata tercengang dan takjub. Saudara-saudara, bahasa asli dari kedua kata tersebut adalah qambouj kai ekstasewj.. Kombinasi kedua kata ini menunjukkan dampak emosi yang hebat akibat pengalaman yang dialami seseorang. Saudara-saudara, seandainya kita di sana dan melihat kejadian tersebut, mungkin kita hanya bisa melotot, diam terpaku, terheran-heran atau tidak dapat berkata-kata lagi. Juga mungkin satu sama lain akan diskusi, âEh orang yang lompat dan nyanyi itu bener orang yang lumpuh tadi? sekarang kok bisa jalan dan lompat ya??â Saudara-saudara, kejadian tersebut memiliki daya tarik yang besar dan menjadi pusat perhatian orang-orang yang menyaksikannya. Hal ini karena mereka kagum dan terpesona melihat bagaimana Allah menyatakan kuasa nama Yesus melalui Petrus dan orang yang lumpuh itu. Saudara-saudara, Petrus dan orang lumpuh tersebut menjadi saksi yang dijadikan alat oleh Tuhan untuk menyatakan kebesaran kuasa nama Yesus. Ilustrasi Menampilkan foto/video Saudara-saudara, beberapa tahuan yang lalu kita mendengar ada seorang anak SD yang memiliki batu sakti untuk dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Siapa SS? Namanya adalah Ponari. Menurut berita yang beredar, penghasilannya dapat mencapai 1M perbulan karena orang yang datang padanya untuk berobat mencapai jumlah ribuan. Lalu saya berpikir mengapa Ponari sampai sedemikian terkenal? Ternyata hal itu karena orang banyak bersaksi dari mulut ke mulut untuk menyampaikan kabar bahwa batu Ponari itu sakti. BACA JUGA YESUS MENAMPAKKAN DIRI DI JALAN KE EMAUS Bahkan mereka sampai menulis kabar di internet, menyiarkan di TV, radio, dlsb sehingga banyak orang menjadi tahu. Saudara-saudara, bukankah nama Yesus yang kita miliki punya kuasa yang jauh lebih besar dari Ponari? Bagaimana orang lain dapat tahu bahwa Nama itu berkuasa kalau kita tidak bersaksi kepada mereka? Saudara-saudara, cerita pemuda yang sembuh dari tumornya tadi adalah kesaksian dari ayah saya sendiri. Ketika saya mendengar hal itu, sempat membuat saya termenung. Kesaksian tersebut sungguh menjadi berkat dan membuat saya mengerti bahwa kuasa Nama Yesus bukan hanya terjadi dalam Alkitab saja tetapi bekerja nyata dalam kehidupan ini. Yang saya tahu ayah saya tidak hanya bersaksi kepada saya, ia juga bersaksi kepada orang-orang lain. Aplikasi Saudara-saudara, Bukan hanya Petrus dan orang lumpuh dalam Alkitab saja yang dapat dijadikan alat oleh Tuhan untuk mewartakan kebesaran kuasa nama Yesus. Kita pun dapat menjadi saksi seperti mereka. Bahkan hal itu seharusnya menjadi bagian kita ketika kita menjadi anak-Nya dan diberi kuasa dalam nama-Nya, apalagi ketika kita melihat atau merasakan kuasa nama Yesus secara pribadi. Ini adalah tugas yang mulia. Bagaimana caranya? Macam-macam SS bisa melalui doa kita, kesaksian kita, atau melalui percaya dan pengandalan hidup kita akan kuasa-Nya. Saudara-saudara, ada banyak orang yang berada di sekitar kita keluarga, sahabat, rekan kerja, dll. Nyatakanlah kepada mereka baik itu yang seiman ataupun yang bukan, bahwa nama Yesus itu berkuasa melalui kesaksian hidup kita. Dengan demikian, bukan hanya kita yang merasakan bahwa nama Yesus itu berkuasa namun biarkanlah mereka juga dapat tercengang dan takjub kepada Dia. Saudara-saudara, Allah telah menyatakan dengan jelas kepada kita bahwa nama Yesus itu berkuasa. Biarkan nama yang Agung itu memiliki arti yang besar dalam hati kita sehingga kita terus percaya akan kuasa Nama itu dan kita pun dapat melihat serta merasakan kebesaran kuasa nama-Nya. Dan yang tidak boleh ketinggalan, kita memiliki tugas yang mulia untuk memamerkan kuasa Nama Yesus kepada orang lain melalui kesaksian kita, sehingga mereka dapat tahu terlebih-lebih kagum akan kebesaran nama Yesus. Saudara-saudara, kabar ini adalah kabar indah yang mengandung sukacita besar di dalamnya. Bukankah satu kebahagiaan ketika kita dapat percaya dan merasakan kuasa nama Yesus, apalagi menjadi alat untuk bersaksi oleh-Nya? Allah menanti kita merespons dan menghidupi kabar sukacita ini. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk melakukannya.
Holaaa semuaaa!!! Guys, senang baget ya kalau kita udah masuk masa-masa liburanđđđ Biar pun libur dan gak pada kuliah tetep kita harus jadi berkat ya di mana pun and kapan pun. Guys, postingan kali ini pembahasannya masih sama dengan postingan yang terkahir cuma yang ini udah aku buat dalam bentuk khotbah. Selamat menikmati berkat rohaninya, jangan lupa dishare yađ. âKuasa Nama Yesusâ Kisah Para Rasul 31-10 Kuasa nama Yesus adalah nama yang berkuasa untuk mengadakan atau menjadikan sesuatu. Dengan kuasa nama Yesus maka banyak mujizat yang terjadi. Diantaranya adalah mengubah air menjadi anggur Yohanes 21-11, menyembuhkan orang yang sakit lumpuh Matius 91-8, menyembuhkan orang yang buta Matius 927-31, menyembuhkan orang yang bisu Matius 932-34, menyembuhkan orang sakit pendarahan, dan masih banyak yang lagi yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus sendiri mempunyai kuasa sehingga nama-Nya juga berkuasa. Ini juga menunjukkan bahwa Yesus memberikan pembebasan bagi mereka yang telah mengalami penderitaan, kesusahan dan kesulitan hidup, kekuarangan, yang mengalami kelemahan, dll. Yesus telah memberikan kuasa itu pada rasul-rasul Markus 1617-18. Maka rasul-rasul dapat mengadakan mujizat dengan memakai kuasa dari nama Yesus. Yesus memberikan mereka kuasa untuk melanjutkan pelayanan-Nya di dunia setelah Ia naik ke sorga. Dan pekerjaan rasul-rasul tersebut dilanjutkan oleh orang-orang percaya pada masa kini. Ini berarti orang percaya pada masa kini juga memiliki kuasa yang sama untuk mengadakan mujizat dengan menggunakan nama Yesus. Sebagai seorang Kristen yang adalah orang percaya dapatlah juga menggunakan nama Yesus. Misalnya, saat menghadapi pergumulan akan masalah kesehatan, ekonomi, dll maka kita dapat menggunakan kuasa nama Yesus untuk menolong. Karena kuasa nama Yesus memberi pembebasan dari kelemahan, kesusahan, dan kekhawatiran yang ada. Namun, terlebih dahulu kita yang adalah seorang percaya harus mengetahui dengan benar tentang kuasa nama Yesus. Untuk itulah, pada khotbah ini akan membahas tentang Kuasa Nama Yesus yang terdiri dari 3 poin, yaitu Dasar Kuasa Nama Yesus, Objek Kuasa Nama Yesus, dan Dampak Kuasa Nama Yesus. 1. Poin pertama, dasar kuasa nama Yesus. Berbicara soal dasar berarti berbicara tentang suatu pokok, inti, dan yang terutama. Yang terutama yang dimaksudkan disini ialah yang utama dari kuasa nama Yesus, yang utama seperti apa? Yaitu memiliki kedisiplinan rohani. Pada ayatnya yang pertama tertulis bahwa pada waktu tiga petang naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Kata naiklah disini ialah kata kerja orang ke tiga jamak imperfek indikatif aktif. Ini berarti bahwa mereka yaitu Petrus dan Yohanes telah dan secara berulang-ulang berjalan naik ke Bait Allah atau dapat dimengerti bahwa tindakan pergi ke Bait Allah adalah suatu kebiasaan yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes. Maka dapat disimpulkan bahwa Petrus dan Yohanes memiliki kehidupan spiritual yang disiplin. Mereka disiplin dalam bersekutu, memuji Tuhan, berdoa, dan setia dalam pemberian pengajaram 241-47. Dari hal ini kita dapat mengetahui yang menjadi dasar, yang menjadi inti, yang menjadi hal yang utama dalam kuasa nama Yesus adalah memiliki kedisiplinan rohani. 2. Poin kedua, objek kuasa nama Yesus. Orang yang menjadi pokok pembicaraan dalam teks ini ialah laki-laki yang lumpuh dari sejak lahirnya. Dalam KBBI kata lumpuh didefinisikan sebagai keadaan lemah dan tidak bertenaga atau tidak dapat bergerak lagi tentang anggota badan, terutama kaki, tidak berjalan berlangsung sebagaimana mestinya. Karena dia lumpuh karena dia tidak bisa melakukan kegiatan seorang diri maka dia memerlukan orang lain untuk meletakkan dia di dekat pintu gerbang bait Allah supaya ia dapat meminta sedekah artinya supaya ia dapat mengemis pada setiap orang yang akan masuk ke Bait Allah. Dan tindakan ini dilakukan setiap harinya atau dapat dikatakan berulang-ulang kali dilakukan dengan harapan akan mendapat sesuatu yang berguna bagi hidupnya. Ini menunjukkan keadaan hidupnya yang lemah, berkekurangan, tidak memiliki apa-apa dan yang benar-benar tidak berguna. Laki-laki lumpuh tersebut adalah objek kuasa nama Yesus yang menggambarkan kelemahan, kekurangan, dan yang memiliki keterbatasan sehingga memerlukan bantuan orang lain. Tetapi dia juga adalah seorang yang memiliki harapan. Jadi, kuasa nama Yesus bekerja pada orang-orang yang mengalami kelemahan, orang-orang yang memerlukan bantuan, dan orang-orang yang memiliki harapan. 3. Poin ketiga, dampak kuasa nama Yesus. Yaitu akibat dari kuasa nama Yesus yang terjadi pada diri laki-laki yang lumpuh, ialah ia dapat berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Petrus. Bahkan bukan hanya itu saja tetapi ia juga dapat melompat-lompat, dan mengiringi Petrus serta Yohanes yang akan masuk ke Bait Allah sambil memuji Allah. Kata berjalan adalah kata kerja orang kedua tunggal present imperatif aktif yang berarti bahwa Petrus tidak hanya memerintahkan dia untuk berjalan tetapi juga berjalanlah kian kemari. Ia juga memuji Tuhan sebagai bentuk sukacita atas mujizat Tuhan yang terjadi pada dirinya. Tindakannya ini menunjukkan bahwa ia telah bersaksi. Ia bersaksi dengan dilihat oleh semua orang yang berada di sekitar situ. Jadi, dampak dari kuasa nama Yesus ialah laki-laki lumpuh itu terbebas dari kelumpuhannya, dia mengalami suatu pembebasan yang luar biasa dan dia pun juga menjadi saksi akan kuasa nama Yesus bagi orang lain. Relevansinya bagi kita sebagai orang percaya, ialah Pertama, kuasa nama Yesus masih bekerja hingga saat ini dan tentu saja juga masih bekerja dalam setiap pribadi orang percaya. Dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup/pergumulan yang dapat membuat diri akhirnya menjadi lemah, terbatas, berkekurangan seharusnya sebagai orang yang percaya harus percaya akan kuasa nama Yesus. Untuk itu harus disadari bahwa kuasa nama Yesus itu akan bekerja apabila kita telah memiliki kedisiplinan untuk berdoa, bersekutu, dan menyembah Tuhan. Ini berarti dilakukan dengan setia, bukan hanya karena tergantung pada kegiatan ibadah yang telah terjadwalkan. Tetapi karena memang memiliki kerinduan yang besar untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus. Inilah yang menjadi dasar dari kuasa nama Yesus. Kedua, dalam menghadapi pergumulan, misalnya, akan ekonomi keluarga sehingga merasa tidak mampu maka kita harus mengetahui bahwa kuasa nama Yesus bekerja pada orang-orang yang dalam keadaan seperti itu. Kuasa nama Yesus bekerja pada orang-orang yang memerlukan bantuan, yang lemah, yang terbatas, yang berkekurangan, dan yang memiliki harapan. Ini adalah objek dari kuasa nama Yesus. Ketiga, kuasa nama Yesus mampu untuk menolong kita dalam setiap pergumulan yang ada. Dengan memiliki kedispilinan rohani maka kita dapat menggunakan dan menyakini akan kuasa nama Yesus yang mampu untuk menolong. Menyadari bahwa kuasa nama Yesus dapat membebaskan kita dari kekhawatiran akan kesehatan, keluarga, sekolah, dll. Kuasa nama Yesus adalah kuasa yang memberi pembebasan dari kelemahan, keterbatasan, dan kekurangan. Dengan itu semua maka kita tentu saja sebagai rasa ungkapan sukacita dan syukur haruslah memuji Tuhan. Memuji Tuhan dengan kesungguhan hati dengan begitu orang lain pun dapat mengetahuinya dan juga dapat menjadi percaya pada Yesus. Ini berarti dampak dari kuasa nama Yesus adalah terbebas dari masalah serta ada kesaksian hidup dari pembebasan itu yang membawa orang mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa. Kesimpulan dari teks ini ialah bahwa kuasa nama Yesus adalah nama yang memiliki kuasa oleh karena Yesus sendiri yang empunya nama adalah Tuhan yang berkuasa. Kuasa nama Yesus masihlah berlaku pada masa kini dan akan terus ada pada setiap orang percaya. Kuasa nama Yesus dapatlah dipakai oleh orang percaya. Orang percaya haruslah mengerti tentang kuasa nama Yesus yang memberi pembebasan dari kelemahan, kesusahan, dan kekhawatiran yang ada. Namun, terlebih dahulu harus mengetahui bahwa kuasa nama Yesus bekerja pada setiap orang yang lemah, kuasa nama Yesus bekerja pada orang yang memiliki kedisiplinan rohani, dan kuasa nama Yesus adalah nama yang berkuasa memberikan pembebasan dari setiap kelemahan yang akhirnya dapat menjadi kesaksian hidup dan membawa orang lain mengenal Dia sebagai Tuhan Yesus Kristus yang berkuasa. Saran yang dapat diberikan bagi setiap orang percaya, ialah Pertama, milikilah kedisiplinan rohani dengan setia bersekutu, berdoa, dan merenungkan firman-Nya setiap hari. Kedua, percaya akan kuasa nama Yesus yang memberi pembebasan pada setiap pergumulan. Ketiga, menjadi saksi bagi orang lain dengan pengalaman-pengalaman spiritual bersama Tuhan.
3Petrus menyembuhkan orang lumpuh31-10 1Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 2Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 3Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 4Mereka menatap dia dan Petrus berkata âLihatlah kepada kami.â 5Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 6Tetapi Petrus berkata âEmas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!â 7Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 8Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 9Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 10lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi Petrus di Serambi Salomo311-26 11Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. 12Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata âHai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? 13Kel. 315 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. 14Mat. 2715-23; Mrk. 156-14; Luk. 2313-23; Yoh. 1912-15 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. 15Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. 16Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. 17Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. 18Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. 19Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, 20agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. 21Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 22Ul. 1815, 18-19 Bukankah telah dikatakan Musa Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 23Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. 24Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. 25Kej. 2218 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 26Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.â Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru
kisah para rasul 3 1 10