MateriPokok : Barisan dan Deret Kompetensi Dasar : 3.6 dan 4.6 Sub Materi Pokok : Aplikasi Barisan Alokasi Waktu : 10 Menit A. Kompetensi Inti No Kompetensi Inti : 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
Barisanaritmatika adalah barisan dengan selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Selisih tersebut dinamakan beda dan dilambangkan dengan “b”. Contoh: 3, 6, 9, 12, 15. Barisan diatas merupakan barisan aritmatika karena selisih dari setiap suku yang berurutan selalu sama/tetap, yaitu 6 – 3 = 9 – 6 = 12 – 9 = 15 – 12 = 3.
Jadirumus umum unsur ke n suatu barisan aritmatika dengan unsur. pertama a dan beda b adalah: Un = a + (n-1)b. Contoh 2.2. Diketahui barisan aritmatika dengan unsur ke 2 adalah 10 dan beda = 2. Tentukan unsur ke 7 barisan itu. Penyelesaian: Diketahui U2 = 10, b = 2. Dengan menggunakan rumus Un = a + (n-1)b, diperoleh. U2 = a + (2-1)b. U2 = a
BARISANDAN DERET MATEMATIKA EKONOMI SESI 1 Resista Vikaliana, S.Si.MM. METODE PENGAJARAN • BAHAN PUSTAKA • Metodepengajaran: • Perkuliahan, diskusikelompok (setiappertemuan), kuis, praktikum, penugasan • BahanPustakaUtama • Haryadi SarjonodanLim Sanny.2012.Aplikasi Matematika untuk Bisnis dan Manajemen. PenerbitSalemba Empat,
Barisandan Deret Geometri. Barisan Geometri. Barisan Geometri adalah suatu barisan bilangan dengan pola tertentu yang diperoleh dari hasil perkalian yang mempunyai rasio yang bernilai sama/tetap. Barisan yang memenuhi sifat hasil bagi sebuah suku dengan suku sebelumnya berurutan bernilai sama. Suku-sukunya dinyatakan dengan: U1 = a. U2 = a.r
cara mengatasi kucing betina tidak mau kawin. Pola BilanganAda barisan bilangan segitiga dan persegi?! 😲 Kaya gimana tuh? Penasaran? Cek videonya yuk! Video ini video konsep kilat. Materi dijelaskan lebih cepat. Kalau mau lebih pelan, kamu bisa pelajari di subbab "Prasyarat Barisan dan Deret" ya!Barisan dan Deret AritmetikaSuku di Indonesia kan ada banyak, kalau suku di barisan aritmetika ada apa aja ya?🤔 Yuk tonton videonya! Video ini video konsep kilat. Materi dijelaskan lebih cepat. Kalau mau lebih pelan, kamu bisa pelajari di subbab "Suku Tengah dan Sisipan" ya!Barisan dan Deret GeometriNah, kamu udah tau rumus suku tengah dan sisipan di barisan aritmetika. Kalau di barisan geometri udah tau belum caranya? Video ini video konsep kilat. Kalau mau lebih pelan pengajarannya, kamu bisa pelajari di subbab "Suku Tengah dan Sisipan" ya!Deret Geometri Tak HinggaTak hingga bilangan kan banyak banget ya. Emang bisa kita hitung deret dari suatu bilangan yang jumlahnya banyak banget?😲 Eits bisa loh, yuk tonton video ini! Kalau mau lebih pelan pengajarannya, cek subbab “Deret Geometri Tak Hingga” ya!Aplikasi Barisan dan Deret Aritmatika serta GeometriBarisan dan deret aritmetika serta geometri bisa kita pakai buat apa ya?🤔 Yuk tonton video ini! Video ini video konsep kilat. Materi dijelaskan lebih cepat. Kalau mau lebih pelan, kamu bisa pelajari di subbab "Aplikasi Deret Aritmetika dan Geometri" ya!
Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat, ya! Pada pertemuan kali ini, Quipper Blog akan membahas tentang baris dan deret. Konsep baris dan deret ini biasa kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat kamu berinvestasi sebesar Pada bulan pertama kamu investasi, keuntungan yang diperoleh adalah Pada bulan kedua, keuntungannya menjadi dan bulan ketiga menjadi Kira-kira berapa keuntungan yang kamu dapatkan setelah 10 bulan berinvestasi? Total keuntungan yang akan kamu dapatkan setelah 10 bulan berinvestasi bisa langsung kamu tentukan dengan konsep baris dan deret ini, lho. Ingin tahu pembahasan selanjutnya tentang baris dan deret? Simak ulasan berikut. Secara umum, barisan dan deret dibagi menjadi dua, yaitu barisan dan deret aritmetika serta barisan dan deret geometri. Apakah perbedaan keduanya? Barisan Aritmetika Barisan aritmetika merupakan barisan bilangan dengan pola yang tetap berdasarkan operasi penjumlahan dan pengurangan. Selisih antara dua suku berurutan pada barisan aritmetika disebut beda yang dilambangkan dengan b. Rumus untuk menentukan beda pada barisan aritmetika adalah sebagai berikut. Keterangan b = beda; Un= suku ke-n; Un+1= suku sebelum suku ke-n; dan n= banyaknya suku. 1. Bentuk barisan aritmetika Adapun bentuk barisan aritmetika adalah sebagai berikut. Rumus selisih atau bedanya, adalah sebagai berikut. Keterangan Un+1 = suku ke-n +1; Un = suku ke-n; dan b = beda atau selisih. Akibat dari rumus suku ke-n tersebut, dapat diperoleh U1, U2, U3, …, Un-2, Un-1, Un a, a+b, a+2b, …, a+n-3b, a+n-2b, a+n-1b Jika banyak suku n ganjil, suku tengah Ut barisan aritmetika dapat dirumuskan sebagai berikut. Sementara itu, jika di antara dua buah suku U1,U2,U3,…,Un disisipkan k buah bilangan sehingga terbentuk barisan aritmetika baru, beda dan banyak suku dari barisan tersebut akan berubah sesuai rumusan berikut. Keterangan b’= beda barisan aritmetika baru; b= beda barisan aritmetika lama; k= banyak bilangan yang disisipkan; n= banyak suku barisan aritmetika baru; dan n= banyak suku barisan aritmetika lama. Perlu diingat bahwa suku pertama barisan baru sama dengan suku pertama barisan lama. 2. Suku ke-n barisan aritmetika Saat Quipperian diminta untuk mencari suku ke-n dari barisan aritmetika, cara termudahnya adalah dengan menelusuri satu per satu sampai mencapai suku ke-n. Namun, cara ini tergolong tidak praktis dan membutuhkan banyak waktu. Jika yang diminta suku ke-10 mungkin masih bisa. Bagaimana jika yang diminta suku ke-1000? Kebayang kan betapa rumitnya? Untuk itu, rumus suku ke-n yang bisa kamu gunakan adalah sebagai berikut. Keterangan a = suku awal U1; Un = suku ke-n; dan b = beda atau selisih. Agar kamu lebih paham, yuk simak contoh soal berikut. Contoh soal 1 Tentukan suku ke-20 dari barisan 2, 6, 10, 14, …, …,! Pembahasan Diketahui a = 2 b = 6 – 2 = 4 Ditanya U20 =…? Pembahasan 3. Suku tengah barisan aritmetika Jika Quipperian menemukan barisan aritmetika yang banyak sukunya ganjil, pasti barisan aritmetika tersebut memiliki suku tengah Ut. Secara matematis, Ut dirumuskan sebagai berikut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut. Contoh soal 2 Suku tengah barisan aritmetika adalah 15. Jika banyaknya suku barisan tersebut 11 dan suku ke-4 bernilai -3, tentukan suku terakhirnya! Pembahasan Diketahui Ut = 15 n = 11 Ditanya Un =…? Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari nilai t. Suku tengah adalah suku ke-6. Artinya, U6 = 15. Untuk mencari nilai a dan b, gunakan metode eliminasi. Substitusikan nilai b ke persamaan 1. Selanjutnya, tentukan suku terakhir barisan tersebut. Jadi, suku terakhirnya adalah 60. 4. Sisipan bilangan pada barisan aritmetika Misalkan Quipperian menjumpai barisan aritemtika dengan beda b. Lalu, barisan aritmetika tersebut disisipi k bilangan di setiap 2 bilangan yang berdekatan. Setelah disisipi k bilangan, terbentuk barisan aritmetika baru yang bedanya b’. Pertanyaannya adalah berapakah beda bilangan aritmetika yang baru? Daripada pusing-pusing, gunakan persamaan berikut. Ketentuannya, suku pertama barisan yang baru sama dengan suku pertama barisan sebelumnya karena bilangan yang disisipkan tidak berada di awal baris. Deret Aritmetika Deret aritmetika berkaitan dengan barisan aritmetika. Deret aritmetika yang disimbolkan dengan Sn merupakan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. Dengan kata lain, penjumlahan dari suku-suku barisan aritmetika disebut dengan deret aritmetika. Rumus jumlah n suku pertama dari deret aritmetika tersebut adalah sebagai berikut. Substitusikan Un=a+n-1 b, sehingga diperoleh Misalkan Sn-1= U1 +U2+ U3+ … +Un-1 dan Sn=U1+U2+ U3+…+Un-1+Un. Ini berarti, hubungan antara Sn-1 dan Un adalah sebagai berikut. Mungkin terasa hambar jika belum dilengkapi contoh soal ya? Tak usah khawatir, berikut ini contoh soal berkaitan dengan deret aritmetika. Contoh soal 3 Berapakah jumlah bilangan kelipatan 3 antara 10 sampai 100? Pembahasan Jumlah bilangan kelipatan 3 antara 10 sampai 100 adalah sebagai berikut. Keterangan a = 12 banyaknya suku = 30 Jadi, jumlah bilangan kelipatan 3 antara 10 sampai 100 adalah Barisan Geometri Apa sih barisan geometri itu? Lalu apa bedanya dengan barisan aritmetika? Barisan geometri merupakan barisan bilangan yang hasil bagi antara dua suku berurutannya selalu sama atau tetap. Perbandingan hasil bagi antara dua suku berurutan pada barisan geometri disebut dengan rasio yang dilambangkan dengan r. 1. Bentuk barisan geometri Rumus untuk menentukan rasio pada barisan geometri adalah sebagai berikut. Keterangan r = rasio; Un = suku ke-n; Un-1= suku sebelum suku ke-n; dan n = banyaknya suku. 2. Suku ke-n barisan geometri Suku ke-n masih bisa kamu tentukan selama nilai n belum terlalu besar. Namun, jika nilai n cukup besar, cara seperti itu sulit untuk dilakukan. Untuk memudahkan kamu dalam menghitung suku ke-n barisan geometri, gunakan persamaan berikut. Akibat dari rumus suku ke-n tersebut, dapat diperoleh Jika banyak suku n ganjil, suku tengah Ut barisan geometri dapat dirumuskan sebagai berikut. Sementara itu, jika di antara dua buah suku U1,U2,U3,…,Un disisipkan k buah bilangan sehingga terbentuk barisan geometri baru, rasio dan banyak suku dari barisan tersebut akan berubah sesuai rumusan berikut. Keterangan r’= rasio barisan geometri baru; r= rasio barisan geometri lama; k= banyak suku yang disisipkan; n’= banyak suku barisan geometri baru; dan n= banyak suku barisan geometri lama. Perlu diingat bahwa suku pertama barisan baru sama dengan suku pertama barisan lama. Dengan a merupakan suku pertama atau U1. Untuk mengasah kemampuanmu, simak contoh soal berikut ini. Contoh soal 4 Diketahui suku ke-2 dan ke-4 barisan geometri berturut-turut adalah 12 dan 27. Jika nilai r > 0, tentukan nilai dari suku ke-3! Pembahasan Diketahui U2 = 12 U4 = 27 r > 0 Ditanya U3 =…? Pembahasan Nyatakan suku ke-2 dan ke-4 dalam notasi matematis. Lakukan pembagian antara kedua suku seperti berikut. Setelah rasio diketahui, tentukan suku ke-3nya. Jadi, nilai dari suku ke-3 adalah 18. 3. Suku tengah barisan geometri Sama halnya barisan aritmetika. Pada barisan geometri yang banyak sukunya ganjil, suku tengahnya bisa diperoleh dengan persamaan berikut. 4. Sisipan pada barisan geometri Misalkan Quipperian menjumpai barisan geometri dengan rasio r. Lalu, barisan geometri tersebut disisipi k bilangan di setiap 2 bilangan yang berdekatan. Setelah disisipi k bilangan, terbentuk barisan geometri baru yang rasionya k’. Pertanyaanya adalah berapakah rasio barisan geometri yang baru? Untuk memudahkan Quipperian, gunakan persamaan berikut. Deret Geometri Jumlah suku ke-n pertama dari suku-suku barisan geometri disebut sebagai deret geometri berhingga. Mengapa disebut berhingga? Karena memiliki suku akhir tertentu. Apakah mungkin ada deret geometri tak hingga? Mungkin saja sih. Pembahasan deret geometri tak hingga bisa kamu dapatkan di pembahasan Quipper Blog selanjutnya. Secara matematis, jumlah suku ke-n pertama barisan geometri dirumuskan sebagai berikut. Agar belajarmu lebih afdal, simak contoh soal terkait deret geometri berikut. Contoh soal 5 Pembahasan Diketahui Ditanya r =…? Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari suku pertama dan kedua barisan tersebut. Selanjutnya, tentukan jumlah 2 suku pertama barisan geometri tersebut. Tentukan suku ke-2nya. Tentukan rasionya! Jadi, rasio barisan geometri tersebut adalah 3. Di awal pertemuan ini, Quipperian diajak untuk menghitung berapa keuntungan setelah berinvestasi selama 10 bulan? Penasaran? Check check this out! Contoh soal 6 Kamu berinvestasi sebesar Pada bulan pertama kamu investasi, keuntungan yang diperoleh adalah Pada bulan kedua, keuntungannya menjadi dan bulan ketiga menjadi Kira-kira berapa keuntungan yang kamu dapatkan setelah 10 bulan berinvestasi? Dan berapa total uang yang bisa kamu kumpulkan setelah berinvestasi selama 10 bulan? Pembahasan Pada kondisi tersebut, keuntungan setiap bulan merupakan kelipatan 2 dari bulan sebelumnya. Artinya, jika dibentuk barisan, keuntungan tersebut akan menjadi barisan geometri, yaitu …,Un. Setelah 10 bulan, keuntungannya akan menjadi Jadi, keuntungan yang akan kamu dapatkan setelah berinvestasi selama 10 bulan adalah dengan total uang mencapai + = Apakah Quipperian semakin paham dengan materi baris dan deret ini? Jika sudah paham, cobalah kamu asah kemampuan dengan banyak berlatih mengerjakan soal. Soal-soal itu bisa kamu dapatkan di Quipper Video. Quipper Video menyediakan ribuan soal beserta pembahasannya yang bisa kamu kerjakan kapanpun dan dimanapun. So tunggu apa lagi? Bersama Quipper Video, belajar jadi lebih mudah dan menyenangkan. Salam Quipper! Penulis Eka Viandari
Masih terngiang salah satu materi dari mata pelajaran matematika yang kita dapat ketika duduk di bangku sekolah. Materi tersebut adalah tentang barisan dan deret mengingat kembali rumus-rumus tersebut, berikut ini penjelasan lengkap tentang rumus barisan dan deret geometri. Simak penjelasan ini sampai akhir, ya!1. Pengertian barisan geometri adalah sebuah barisan yang memenuhi sifat hasil bagi dari sebuah suku dengan suku sebelumnya yang tentunya berurutan. Nah, hal ini memiliki nilai yang konstan. Tak sampai di situ, barisan geometri juga dikenal dengan istilah 'barisan ukur' yang masih sangat erat hubungannya dengan barisan dan deret contoh dari barisan geometri adalah a, b, dan c. Maka c/b = b/a = konstan, dari sinilah akan didapatkan hasil bagi suku yang berdekatan kemudian itu dikatakan sebagai rasio barisan geometri yang diberi lambang “r”.Contoh lainnya yang jauh lebih mudah untuk dipahami, yaitu semisal kamu memiliki barisan dan deret 2, 4, 8, 16, 32, …..dst, maka dari barisan dan deret tadi dapat dilihat antara suku pertama dan suku kedua dan angka seterusnya, memiliki pengali yang untuk mengetahui suku ke-n, mudahnya kamu dapat mencari rasionya terlebih dahulu. Dengan mengetahui 'r', maka anda akan dengan mudah mencari Pengertian Deret Geometri Tak HinggaIlustrasi rumus dan deret tak hingga ternyata dibagi kembali menjadi dua jenis yakni Deret Geometri Tak Hingga Divergen Jenis deret pertama ini merupakan suatu deret yang nilai bilangannya semakin membesar, maka juga tidak dapat dilakukan perhitungan terkait contoh terdapat deret 1, 3, 9, 27, 81, ….dst. Deret tadi tidak dapat dicari berapa jumlah keseluruhan karena nilainya yang makin membesar. Deret Geometri tak hingga Konvergen Jenis deret kedua ini adalah sebuah deret yang mana nilai bilangannya semakin mengecil sehingga jumlahnya dapat deretnya adalah 4, 2, ½, ¼, 1/8, ….dst. Karena nilainya semakin mengecil, maka ujungnya akan mendekati nol sehingga jumlah keseluruhan dari deret tersebut dapat Rumus mencari rasio atau 'r'Rumus rasio dok. IDN TimesKeterangan r = rasio Un = suku ke-n Un-1 = suku ke-n-1 Contoh soal mencari rasio dok. IDN Times4. Rumus Mencari Suku ke-n atau 'Un'Rumus Un dok IDN TimesKeterangan Un = Suku ke-n a = suku pertama r = rasio n = banyaknya suku Contoh soal mencari Un dok. IDN Times Baca Juga Rumus Debit Air, Volume, Waktu, dan Contoh Soal 5. Rumus Mencari Suku yang Pertama atau 'Sn'Rumus Sn dok. IDN TimesKeterangan Sn = jumlah suku ke-n a = suku pertama r = rasio n = banyaknya suku Untuk mencari suku yang pertama alias Sn, jauh lebih mudah ketimbang 2 rumus sebelumnya. Kamu cukup menjumlahkan sesuai deret yang tersedia secara terdapat barisan dan deret geometri 1, 3, 9, 27, 81, …..dst. Maka dengan mudah anda dapat menemukan S1, S2, S3, S4, S5 dan seterusnya. Jika masih bingung dapat melihat rumus Sn di Rumus Mencari STak Hingga atau S∞Rumus s tak hingga dok. IDN TimesKeterangan S∞ = jumlah suku tak terhingga a = suku pertama r = rasio Contoh soal mencari Stak hingga dok. IDN Times7. Contoh PerhitunganRumus deret geometri Contoh menghitung Un Jika terdapat barisan dan deret geometri 2, 4, 8, 16, 32,….. = ar5= 1 x 25= 1 x 32= 32 Contoh menghitung Sn Jika terdapat barisan dan deret geometri 2, 4, 8, 16, 32,…..dst. Maka dengan mudah kamu dapat menemukan S1, S2, S3, S4, S5 dan seterusnya seperti berikut iniS1 = 2S2 = 2 + 4 = 6S3 = 2 + 4 + 8 = 14S4 = 2 + 4 + 8 + 16 = 30S5 = 2 + 4 + 8 + 16 + 32 = 62 dan begitu seterusnya Contoh menghitung S∞ Barisan dan deret yang digunakan untuk perhitungan 4, -2, 1, -1/2, ¼, …..dst. jika menemui deret geometri tak hingga konvergen, maka rasionya atau pengalinya harus antara angka -1, sampai 1 atau -1 > r > 1 dan hal ini berlaku untuk negatif maupun penjelasan tentang rumus barisan dan deret geometri yang lengkap dengan contoh soalnya. Semoga dapat menyegarkan kembali ingatan kita tentang mata pelajaran matematika, khususnya materi kelas dua Sekolah Menengah Atas atau kelas sebelas ini. Baca Juga Rumus Kubus Ciri-Ciri, Luas, dan Contoh Soalnya
Berikut ini penulis sajikan soal-soal beserta pembahasannya tentang soal cerita aplikasi mengenai barisan dan deret geometri. Soal-soal ini dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk soal UN maupun SBMPTN. Soal juga dapat diunduh melalui tautan berikut Download PDF, 117 KB. Baca Juga Soal dan Pembahasan – Aplikasi Soal Cerita Barisan dan Deret Aritmetika Today Quote “2get” and “2give” create many problems. So, just double it. “4get” and “4give” solve many problems. Bagian Pilihan Ganda Soal Nomor 1 Hasil produksi kerajinan seorang pengusaha setiap bulannya meningkat mengikuti aturan barisan geometri. Produksi pada bulan pertama sebanyak $150$ unit kerajinan dan pada bulan keempat sebanyak $ kerajinan. Hasil produksi selama $5$ bulan adalah $\cdots$ unit kerajinan. A. $ D. $ B. $ E. $ C. $ Pembahasan Diketahui $a = 150$ dan $\text{U}_4 = Rasio barisan geometri ini dapat ditentukan dengan melakukan perbandingan antarsuku sebagai berikut. $\begin{aligned} \dfrac{\text{U}_4}{\text{U}_1} & = \dfrac{ \\ \dfrac{\cancel{a} r^3}{\cancel{a}} & = 27 \\ r^3 & = 27 \\ r & = \sqrt[3]{27} = 3 \end{aligned}$ Dengan demikian, $\begin{aligned} \text{S}_n & = \dfrac{ar^n-1} {r-1} \\ \text{S}_5 & = \dfrac{1503^5 -1} {3 -1} \\ & = \dfrac{150243 -1}{2} \\ & = 75 \cdot 242 = \end{aligned}$ Jadi, hasil produksi selama $5$ bulan adalah $\boxed{ unit kerajinan. Jawaban B [collapse] Soal Nomor 2 Seutas tali dipotong menjadi $4$ bagian, masing-masing membentuk barisan geometri. Jika potongan tali terpendek adalah $2$ cm dan potongan tali terpanjang adalah $54$ cm, panjang tali semula adalah $\cdots$ cm. A. $60$ C. $80$ E. $100$ B. $70$ D. $90$ Pembahasan Panjangnya setiap potongan tali merupakan suku-suku dalam barisan geometri, dengan $\text{U} _1 = a = 2$ dan $\text{U}_4 = 54$. Dalam hal ini, akan dicari $\text{S}_4 = \text{U}_1 + \text{U}_2 + \text{U}_3 + \text{U}_4.$ Langkah pertama adalah menentukan rasionya. $\begin{aligned} \text{U}_4 & = ar^3 \\ 54 & = 2r^3 \\ 27 & = r^3 \\ r & = \sqrt[3]{27} = 3 \end{aligned}$ Jadi, rasio barisannya adalah $3$. Untuk itu, didapat $\text{U}_2 = ar = 2 \cdot 3 = 6$ dan $\text{U}_3 = ar^2 = 2 \cdot 3^2 = 18.$ Dengan demikian, $\text{S}_4 = 2 + 6 + 18 + 54 = 80.$ Jadi, panjang tali semula sebelum dipotong adalah $\boxed{80~\text{cm}}$ Jawaban C [collapse] Baca Juga Soal dan Pembahasan – Barisan dan Deret Geometri Soal Nomor 3 Pesawat terbang melaju dengan kecepatan $300$ km/jam pada menit pertama. Kecepatan pada menit berikutnya $1\dfrac12$ kali dari kecepatan sebelumnya. Panjang lintasan seluruhnya dalam $4$ menit pertama adalah $\cdots \cdot$ A. $ km D. $ km B. $ km E. $ km C. $ km Pembahasan Kecepatan pesawat tiap menitnya membentuk barisan geometri. Diketahui $a = 300$ dan $r= 1\dfrac12 = \dfrac32.$ Ditanya $\text{S}_4$ Dengan demikian, $\begin{aligned} \text{S}_n & = \dfrac{ar^n-1} {r-1} \\ \text{S}_4 & = \dfrac{300\left\left\dfrac32\right^4 -1\right} {\dfrac32 -1} \\ & = \dfrac{300\left\dfrac{81}{16} -\dfrac{16}{16}\right} {\dfrac12} \\ & = 300 \cdot \dfrac{65}{16} \cdot 2 = \end{aligned}$ Jadi, panjang lintasan seluruhnya dalam $4$ menit pertama adalah $\boxed{ Jawaban A [collapse] Soal Nomor 4 Sejak tahun $2018$, terjadi penurunan pengiriman surat dari kantor pos. Setiap tahunnya banyak surat yang dikirim berkurang sebesar $\dfrac15$ dari banyak surat yang dikirim pada tahun sebelumnya. Jika pada tahun $2018$ dikirim sekitar $1$ juta surat, maka jumlah surat yang dikirim selama kurun waktu $2018 – 2022$ adalah $\cdots$ juta surat. A. $\dfrac{2101}{625}$ D. $\dfrac{365}{125}$ B. $\dfrac{369}{125}$ E. $\dfrac{360}{125}$ C. $\dfrac{2100}{625}$ Pembahasan Kasus di atas merupakan kasus barisan dan deret geometri. Diketahui $a = 1$ dalam satuan juta. Karena banyak surat berkurang sebesar $\dfrac15$ tiap tahunnya, maka pada tahun berikutnya, banyak surat menjadi $1 -\dfrac15 = \dfrac45$ sehingga rasionya adalah $r = \dfrac45$. Kurun waktu dari tahun $2018$ sampai $2022$ selama $5$ tahun sehingga $n = 5$. Dengan demikian, $\begin{aligned} \text{S}_n & = \dfrac{a1-r^n} {1-r} \\ \text{S}_5 & = \dfrac{1\left1 -\left\dfrac45\right^5 \right} {1 – \dfrac45} \\ & = \dfrac{1- \dfrac{ {\dfrac15} \\ & = \dfrac{ \times \cancel{5} = \dfrac{ \end{aligned}$ Jadi, jumlah surat yang dikirim selama kurun waktu $2018 -2022$ adalah $\boxed{\dfrac{ juta surat. Jawaban A [collapse] Baca Juga Soal dan Pembahasan – Deret Geometri Tak Hingga Soal Nomor 5 Dua orang anak sedang melakukan percobaan matematika dengan menjatuhkan sebuah bola dari lantai $2$ rumah mereka. Ketinggian bola dijatuhkan adalah $9$ meter dari atas tanah. Dari pengamatan, diketahui bahwa pantulan bola mencapai $\dfrac89$ dari tinggi pantulan sebelumnya. Ketinggian bola setelah pantulan ke-$5$ yang paling mendekati adalah $\cdots$ m. A. $4,00$ D. $4,75$ B. $4,25$ E. $5,00$ C. $4,50$ Pembahasan Kasus ini merupakan kasus barisan geometri. Tinggi pantulan pertama adalah $9 \times \dfrac89 = 9$ meter. Dengan demikian, diketahui $\text{U}_1 = 9$ dan $r = \dfrac89.$ Ditanya $\text{U}_5.$ $\begin{aligned} \text{U}_n & = ar^{n-1} \\ \text{U}_5 & = 9\left\dfrac89 \right^{5-1} \\ & = \dfrac{8^5}{9^4} \approx 5 \end{aligned}$ Ketinggian bola setelah pantulan ke-$5$ yang paling mendekati adalah $\boxed{5~\text{m}}$ Jawaban E [collapse] Soal Nomor 6 Bakteri A berkembang biak menjadi dua kali lipat setiap lima menit. Setelah $15$ menit, banyak bakteri ada $400$. Banyak bakteri setelah $30$ menit adalah $\cdots \cdot$ A. $800$ D. $ B. $ E. $ C. $ Pembahasan Misalkan $\text{U}_1$ menyatakan banyaknya bakteri mula-mula $0$ menit, $\text{U}_2$ saat $5$ menit, $\text{U}_3$ saat $10$ menit, dan seterusnya. Diketahui $\text{U}_4 = ar^3 = 400$ dan $r = 2.$ Ditanya $\text{U}_7$. Dengan demikian, didapat $\begin{aligned} \text{U}_n & = ar^{n-1} \\ \text{U}_7 & = ar^6 \\ & = ar^3r^3 \\ & = 4002^3 = 4008 = \end{aligned}$ Banyak bakteri setelah $30$ menit adalah $\boxed{ Jawaban D [collapse] Baca Juga Soal dan Pembahasan – Barisan dan Deret Versi HOTS/Olimpiade Soal Nomor 7 Chandra mengambil sebotol air dari Laut Mati yang berisi $50$ archaebacteria untuk dikembangbiakkan di laboratorium. Andaikan satu archaebacteria mulai menggandakan diri setiap $25$ menit, berapa jumlah banyaknya archaebacteria selama $5$ jam? A. $ D. $ B. $ E. $ C. $ Pembahasan Banyaknya archaebacteria setiap 25 menit membentuk barisan geometri dengan banyak mula-mula $a = 50$ dan rasio $r = 2$ karena menggandakan diri. Perhatikan bahwa dalam waktu $5$ jam setara dengan $300$ menit, archaebacteria mengalami penggandaan diri sebanyak $\dfrac{300}{25} = 12$ kali. Artinya, kita mencari suku ke-$13$ perlu ditambah $1$ yang merepresentasikan banyak archaebacteria selama $5$ jam. $$\begin{aligned} \text{U}_{n} & = ar^{n-1} \\ \text{U}_{13} & = 50 \cdot 2^{13-1} \\ & = 50 \cdot 2^{12} \\ & = 50 \cdot = \end{aligned}$$Jadi, banyaknya archaebacteria selama $5$ jam adalah $\boxed{ Jawaban C [collapse] Soal Nomor 8 Keuntungan sebuah percetakan setiap bulannya bertambah menjadi dua kali lipat dari keuntungan bulan sebelumnya. Jika keuntungan bulan pertama maka keuntungan percetakan tersebut pada bulan keenam adalah $\cdots \cdot$ A. B. C. D. E. Pembahasan Kasus di atas adalah masalah kontekstual terkait barisan geometri dengan $a = dan $r = 2$. Dalam hal ini, akan dicari nilai dari $\text{U}_6.$ $\begin{aligned} \text{U}_n & = ar^{n-1} \\ \text{U}_6 & = \cdot 2^{6-1} \\ & = \cdot 2^5 \\ & = \cdot 32 = \end{aligned}$ Jadi, keuntungan percetakan tersebut pada bulan keenam adalah Jawaban B [collapse] Soal Nomor 9 Pertambahan penduduk setiap tahun suatu desa mengikuti aturan barisan geometri. Pertambahan penduduk pada tahun $2010$ sebesar $24$ orang dan pada tahun $2012$ sebesar $96$ orang. Pertambahan penduduk pada tahun $2015$ adalah $\cdots$ orang. A. $687$ C. $766$ E. $876$ B. $768$ D. $867$ Pembahasan Misalkan pertambahan penduduk pada tahun $2010$ disimbolkan sebagai $\text{U}_1 =a = 24$. Dengan demikian, diperoleh $\begin{aligned} \text{U}_3 & = ar^2 \\ 24r^2 & = 96 \\ r^2 & = \dfrac{96}{24} = 4 \\ r & = 2. \end{aligned}$ Pertambahan penduduk pada tahun $2015$ adalah $\boxed{\text{U}_6 = ar^5 = 242^5 = 768~\text{orang}}$ Jawaban B [collapse] Soal Nomor 10 Pertambahan pengunjung sebuah hotel mengikuti barisan geometri. Pada tahun $2015$ pertambahannya $42$ orang dan pada tahun $2017$ pertambahannya $168$ orang. Pertambahan pengunjung hotel tersebut pada tahun $2020$ adalah $\cdots \cdot$ A. $ orang D. $472$ orang B. $762$ orang E. $336$ orang C. $672$ orang Pembahasan Misalkan pertambahan pengunjung hotel pada tahun $2015$ disimbolkan sebagai $\text{U}_1 =a = 42$. Dengan demikian, pertambahan pengunjung hotel pada tahun $2017$ adalah $\text{U}_3 = 168$. Selanjutnya, akan dicari rasio barisan geometri tersebut. $\begin{aligned} \text{U}_3 & = ar^2 \\ 42r^2 & = 168 \\ r^2 & = \dfrac{168}{42} = 4 \\ r & = 2 \end{aligned}$ Pertambahan pengunjung hotel pada tahun $2020$ adalah $\text{U}_6 = ar^5 = 422^5 = \boxed{1344~\text{orang}}$ Jawaban A [collapse] Soal Nomor 11 Hasil observasi pada penderita suatu penyakit tertentu, ditemukan bakteri yang menyebabkan luka pada bagian kaki penderita akan semakin melebar. Untuk mencegah pertumbuhan dan sekaligus mengurangi jumlah bakteri hingga sembuh, penderita diberikan obat khusus yang diharapkan dapat mengurangi bakteri sebanyak $20\%$ pada setiap tiga jamnya. Jika pada awal observasi jam terdapat sekitar $ bakteri dan langsung diberikan obat yang pertama, perkiraan jumlah bakteri setelah pemberian obat pada pukul adalah $\cdots \cdot$ A. $100$ bakteri D. $ bakteri B. $ bakteri E. $ bakteri C. $ bakteri Pembahasan Misalkan $\text{U}_1$ menyatakan banyak bakteri pada saat jam $\text{U}_2$ saat jam sampai $\text{U}_5$ saat jam Karena jumlah bakteri berkurang sebesar $20\%$, maka jumlah bakteri saat jam tertentu dapat ditentukan dengan menggunakan konsep barisan geometri dengan suku pertama $\text{U}_1 = dan $r = 1-20\% = 80\% = \dfrac45$. Akan dicari $\text{U}_5$. $\begin{aligned} \text{U}_5 & = ar^4 \\ & = \times \left\dfrac45\right^4 \\ & = \cancel{5^4} \times 10 \times \dfrac{4^4}{\cancel{5^4}} \\ & = 10 \times 256 = \end{aligned}$ Jadi, perkiraan jumlah bakteri setelah pemberian obat pada pukul adalah $ bakteri. Jawaban C [collapse] Baca Juga Soal dan Pembahasan – Barisan dan Deret Aritmetika
Hai Quipperian, pernahkah kamu mendengar mikroorganisme bernama amoeba? Salah satu keunikan amoeba adalah mampu membelah diri menjadi dua kali lipat jumlah semula. Contoh, satu amoeba akan membelah diri menjadi dua amoeba, dua amoeba akan membelah diri menjadi empat amoeba, dan seterusnya. Jika diurutkan, banyaknya amoeba setelah membelah diri akan membentuk pola barisan yang disebut barisan geometri, lho. Apa yang dimaksud barisan geometri? Yuk, simak selengkapnya! Apa itu Barisan dan Deret? Sebelum belajar lebih lanjut tentang barisan dan deret geometri, kamu harus tahu dulu apa itu barisan dan deret. Barisan adalah pola suatu bilangan dengan aturan atau ketentuan tertentu. Sementara deret adalah bentuk penjumlahan dari suatu pola bilangan atau barisan. Pengertian Barisan dan Deret Geometri Sama seperti aritmatika, geometri juga terdiri dari barisan dan deret atau kamu biasa menyebutnya sebagai barisan geometri dan deret geometri. Apa perbedaan antara barisan dan deret geometri? Pengertian Barisan Geometri Barisan geometri adalah pola bilangan atau urutan bilangan yang memiliki perbandingan atau rasio tetap antarsukunya. Contohnya seperti pada pembelahan amoeba, di mana satu amoeba akan membelah diri menjadi dua, dua amoeba akan membelah diri menjadi empat, dan seterusnya. Jika dinyatakan sebagai barisan geometri, akan menjadi 1, 2, 4, 8, 16, 32, dan seterusnya. Bilangan 1, 2, 4, 8, …, n disebut sebagai suku atau penyusun barisan. Secara matematis, suku dilambangkan sebagai Un suku ke-n. Sementara itu, nilai perbandingan antara Un+1 dan Un disebut sebagai rasio. Secara matematis, rasio dilambangkan sebagai r. nilai rasio tidak selalu r > 1, ya. Jika nilai sukunya semakin mengecil, sudah pasti rentang rasionya r 1 dan nilainya akan terus membesar tanpa ada batas tertentu. Ciri Deret Geometri Ciri deret geometri adalah suku-suku yang dijumlahkan memiliki perbandingan nilai tetap. Contohnya, 1 + 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + … + … + …, dan seterusnya. Rumus Barisan dan Deret Geometri Rumus barisan geometri biasanya digunakan untuk menentukan suku ke-n dari barisan tersebut. Sementara rumus deret digunakan untuk mencari jumlah n suku tertentu dari barisan geometri. Seperti apa sih rumusnya? Rumus Barisan Geometri Secara matematis, rumus suku ke-n barisan geometri adalah sebagai berikut. Dengan ketentuan Un = suku ke-n; a = suku ke-1 atau U1; n = letak suku yang dicari; dan r = rasio atau perbandingan antara Un+1 dan Un. Setelah kamu tahu rumus untuk mencari suku-n, cobalah hitung berapa jumlah amoeba yang dihasilkan pada pembelahan ke-10? Jumlah awal amoebanya adalah satu, ya. Mula-mula, kamu harus membuat barisan geometri dari pembelahan amoeba seperti berikut. 1, 2, 4, 8, 16, 31, …, … Dari barisan di atas, diketahui a = U1 = 1 r = 2 1 = 2 atau 4 2 = 2 n = 10 dengan demikian Jadi, banyaknya amoeba di pembelahan ke-10 adalah 512. Rumus Deret Geometri Berdasarkan nilai rasionya, deret geometri memiliki beberapa rumus seperti berikut. Rumus deret geometri untuk r > 1 Jika r > 1, rumus deret geometrinya dinyatakan sebagai berikut. Dengan Sn = jumlah n suku barisan geometri; a = suku ke-1 atau U1; n = letak suku yang dicari; dan r = rasio atau perbandingan antara Un+1 dan Un. Rumus deret geometri untuk r 1, rumus deret geometrinya dinyatakan sebagai berikut. Dengan Sn = jumlah n suku barisan geometri; a = suku ke-1 atau U1; n = letak suku yang dicari; dan r = rasio atau perbandingan antara Un+1 dan Un. Rumus deret geometri tak hingga konvergen Deret geometri tak hingga konvergen adalah jumlah barisan geometri yang banyaknya tak hingga dengan nilai yang terus mengecil. Secara matematis, rumus deret geometri tak hingga konvergen adalah sebagai berikut. Contoh deret geometri tak hingga konvergen adalah saat kamu menjatuhkan bola dari ketinggian tertentu. Semakin lama, ketinggian bola akan berkurang hingga kemudian berhenti. Rumus deret geometri tak hingga divergen Divergen artinya menyebar, sehingga deret geometri tak hingga divergen adalah jumlah barisan yang banyaknya tak hingga dengan nilai yang terus membesar. Oleh karena nilainya yang terus membesar tanpa ada batas tertentu, maka rumus deret geometri tak hingga divergen tidak bisa ditentukan karena S∞ = ∞. Bagaimana Penerapan Barisan dan Deret Geometri dalam Kehidupan Sehari-Hari? Penerapan barisan dan deret geometri dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut. Menghitung pembelahan mikoorganisme, misalnya pada reproduksi bakteri. Menentukan panjang lintasan bola yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu hingga berhenti. Menghitung pertumbuhan penduduk dan memperkirakan jumlah penduduk di masa mendatang. Menghitung peluruhan zat radioaktif. Contoh Soal Barisan dan Deret Geometri Untuk mengasah kemampuanmu tentang materi ini, yuk simak contoh soal berikut. Contoh Soal Barisan Geometri Diketahui suatu deret geometri berikut. Berapakah nilai suku ke-15? Pembahasan Mula-mula, kamu harus mencari rasio dari barisan pada soal. Dengan demikian, suku ke-15 bisa dicari dengan rumus berikut. Jadi, suku ke-10 nilainya adalah Contoh Soal Deret Geometri Farhan memiliki seutas tali. Lalu, tali tersebut dipotong menjadi 5 bagian dengan ketentuan, setiap potongan merupakan kelipatan potongan sebelumnya dan nilai kelipatan itu selalu tetap. Potongan tali yang paling pendeknya adalah 3 cm dan potongan tali terpanjangnya 243 cm. Berapakah panjang tali mula-mula? Pembahasan Diketahui U1 = a = 3 cm U5 = 243 Ditanya Sn =…? Jawab Mula-mula, kamu harus mencari rasio setiap potongan tali tersebut menggunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut. Lalu, tentukan panjang tali menggunakan rumus deret geometri untuk r > 1. Jadi, panjang tali Farhan mula-mula adalah 363 cm atau 3,63 m. Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bermanfaat, ya. Untuk mendapatkan materi lengkapnya, yuk buruan gabung Quipper Video. Salam Quipper!
aplikasi barisan dan deret geometri